KISI-KISI SOAL KELAS 11

- Deskripsi mengenai keyboard
- Macam-macam jenis keyboard
- Tipe-tipe susunan huruf di keyboard
- Apa yang di maksud Input Device .
- LAngkah-langkah membuat tabel, Form, Report
- LAngkah-langkah membuat Switcboard
- Tombol- tombol navigasi pada pengisian Form
- Apa yang di maksud Input data ?
- Apa yang di maksud Update data ?
- Konversi data dari aplikasi lain ke ms acces.

KISI – KISI UTS KELAS 10

KISI – KISI SOAL

-Pengertian Spreadsheet
- Langkah-langkah memulai MS. Excel
- Penggunaan Rumus MAtematika
- PEnggunaan Operator MAtematika
- Penggunaan Fungsi IF
- Penggunaan Fungsi Statistik (SUM, Average, Max, Min, Count)
- Penggunaan Toolbar yang terdapat pada Ms. Excel
- Langkah-Langkah Menghapus data Pada Sebuah Sel
- Langkah-Langkah Mengcopy data dari Sebuah Sel ke sel yang lain

Sekretaris, Sekretariat dan Kesekretariatan

Sekretaris, Sekretariat dan Kesekretariatan

A. Pengertian Sekretaris Pengertian sekretaris adalah sekretaris yang tugasnya membantu seorang eksekutif atau pimpinan. Apabila ditinjau secara etimologi, sekretaris berasal dari kata “secretum” yang berarti “rahasia”, atau seceretarius atau secretarium yang berarti seorang yang diberi kepercayaan memegang rahasia. Dalam Webster’s New World Dictionary of the American Language College, mengartikan sekretaris : “ Secretary is a person employed to keep records, take care correspondence and other writing task etc, for an organization or individual.” Pada prinsipnya pengertian ini menunjukkan bahwa seorang sekretaris mempunyai tugas mengurus warkat, menyusun korespondensi dan pekerjaan tulis menulis lainnya untuk suatu organisasi atau seseorang. Selanjutnya menurut Drs. The Liang Gie, mengatakan bahwa sekretaris adalah seorang petugas yang pekerjaannya menyelenggarakan urusan surat-menyurat termasuk menyiapkan bagi seorang pejabat penting atau suatu organisasi . Pengertian umum kata sekretaris mempunyai arti sama dengan penulis (notulen), tetapi penulis di sini adalah pengertian pada seseorang yang mempunyai tugas sangat berkaitan dengan tulis-menulis atau catat-mencatat dari suatu kegiatan perkantoran atau perusahaan. Jadi, pekerjaan seorang sekretaris adalah membantu pimpinan agar pimpinan kantor atau perusahaan dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien. B. Peranan dan Tugas Sekretaris Peranan Sekretaris Dalam praktek penyelenggaraan kantor di mana telah lazim bahwa pimpinan dari suatu perusahaan, instansi atau lembaga lainnya dibantu oleh seorang pegawai yang dibebani dengan tugas surat menyurat, filing dan pelayanan tamu maupun urusan-urusan rapat. Pegawai tersebut lazimnya dinamakan sekretaris, apabila ia menyelenggarakan surat menyurat yang bersifat pribadi atau rahasia dari pimpinannya. Pada mulanya sekretaris adalah seorang petugas yang diberi kepercayaan untuk menyimpan rahasia. Kemudian lalu berarti petugas yang menyelenggarakan surat menyurat bagi seorang pejabat pimpinan yang kadang-kadang meliputi pula surat-surat rahasia atau surat yang bersifat pribadi yang tidak pada tempatnya disiarkan sembarangan. Akhirnya tugas sekretaris itu diperluas dengan segi-segi tata usaha lainnya. Kini seorang sekretaris pada pokoknya adalah asisten yang membantu dalam segala hal agar pimpinan dapat bersifat secara efektif dalam menunaikan tugas manajemennya. Tugas sekretaris tidak lagi dibatasi dalam bidang tata usaha saja, melainkan cenderung untuk terus menerus meluas. Dengan demikian selain sekretaris yang berperan semata-mata sebagai seorang pembantu, terdapatlah sekretaris yang mempunyai fungsi manajer. Karena kedudukannya sebagai manajer , maka sekretaris yang demikian itu lalu mempunyai pegawai-pegawai bawahan. Akhirnya pegawai-pegawai bawahan itu dengan segenap bidang kerjanya lalu dikembangkan menjadi sebuah satuan organisasi. Satuan organisasi ini sekarang lazimnya disebut sebagai sekretariat dan dikepalai oleh seorang sekretaris yang berfungsi sebagai manajer itu. Jadi sekretaris yang bertindak sebagai seorang manajer pada umumnya memimpin satuan organisasi yang disebut sekretariat (dalam lingkungan organisasi yang besar disebut juga Sekretaris Jenderal). C. Tugas Sekretaris Tugas sekretaris dalam arti sempit adalah sebagai orang yang dipercaya oleh pimpinan untuk menyimpan rahasia. Sedangkan tugas sekretaris dalam arti luas adalah pelaksanaan tugas-tugas yang bersifat membantu manajer atau pimpinan untuk menjalankan roda organisasi, lembaga, maupun kantor. C.1. Secara umum tugas-tugas sekretaris adalah meliputi hal-hal sebagai berikut 1. Menerima dikte dari pimpinan. 2. Melaksanakan korespondensi (menerima dan mengirim surat, termasuk telepon dan telegram bagi sekretaris pribadi). 3. Menyimpan arsip-arsip yang dinilai penting. 4. Menerima tamu-tamu pimpinan. 5. Membuat jadwal pertemuan dan perjanjian dengan teman relasi maupun kegiatan lainnya. 6. Menyiapkan bahan-bahan keterangan kepada pimpinan sesuai dengan kebutuhan pimpinan dalam rapat maupun kegiatan lainnya. 7. Bertindak sebagai perantara antara pimpinan dan bawahan. 8. Mengatur rapat-rapat dan seminar pimpinan dengan bawahan maupun pihak eksternal perusahaan. 9. Menemani pimpinan dalam pertemuan penting. 10.Menyusun pidato-pidato untuk pimpinan. Sekretariat dan Kesekretariatan A. Pengertian Sekretariat Seperti halnya yang sudah diterangkan secara singkat pada point di atas mengenai awal terjadinya sekretariat, maka pada bagian ini akan dijelaskan beberapa hal tentang kesekretariatan. Menurut Drs. Wursanto bahwa sekretariat adalah satuan organisasi atau lembaga yang melaksanakan jasa-jasa perkantoran dalam bidang ketatausahaan. Dengan pengertian tersebut sehingga satuan organisasi yang dimaksud mencakup adanya unsur-unsur : a. tempat untuk dapat terselenggaranya kerja dari pekerjaan yang dipimpin oleh seorang sekretaris. b. Manusia atau para pegawai pelaksana, pencipta tata cara dan tata kerja. c. Alat atau sarana yang diperlukan demi tercapainya kelangsungan kerja dari sekretaris dan para bawahannya. Selanjutnya pengertian kantor pada dasarnya dapat kita pahami sebagai berikut : 1. Tempat diselenggarakannya kegiatan menangani informasi. 2. Proses menangani informasi mulai dari menerima, mengumpulkan, mengolah, menyimpan sampai menyalurkan informasi. Sekretariat atau kantor tentunya dalam kegiatannya menerapkan tata cara pelaksanaan kantor atau sekretariatnya masing-masing B. Pengertian Kesekretariatan. Kesekretariatan ialah aktivitas yang dilakukan pada sekretariat yakni menunjukkan tata kerja atau proses kerjanya sekretariat. Dengan demikian, kesekretariatan bersifat aktif dan dinamis dalam kegiatan jasa-jasa perkantoran, terutama yang sangat berkaitan dengan proses administrasi. Selanjutnya pengertian kesekretariatan adalah merupakan sifat kegiatan atau aktivitas kerja dari seorang sekretaris, atau merupakan sifat dan macam pekerjaan yang harus dikerjakan pada jabatan sekretaris. Dalam pelaksanaan kerjanya yang konkrit mengenai tugas-tugas sekretriat dari perusahaan-perusahaan umumnya biasanya sebagai berikut (tanpa pembahasan yang lebih jauh mengenai masing-masing kegiatannya, kecuali surat menyurat pada point berikutnya) : a. Persiapan dan pelaksanaan pekerjaan dari direksi. b. Penyelenggaraan surat-menyurat. c. Pengaturan hubungan keluar. d. Penganggaran belanja e. Persiapan dan penyelenggaraan konferensi perusahaan. f. Persiapan dan penghadiran rapat-rapat dari dewan pengurus dan rapat umum para pemegang saham. g. Penerapan atau perbaikan tata kerja yang ilmiah. h. Penyusunan dokumentasi dan arsip/penyimpanan warkat berdasarkan abjad, perihal, nomor, tanggal, wilayah dan sebagainya. i. Wadah atau tempat pelaksanaan aktivitas atau kegiatan dari suatu organisasi, sehingga fungsi aktivitas sekretriat tersebut dapat dikatakan aktif ataupun tidak aktif. C. Fungsi Kesekretariatan Pada dasarnya fungsi kesekretariatan sesuai bidang kerjanya, maka mencakup kegiatan dalam administrasi (dalam arti luas) pada sebuah organisasi atau perkantoran. Sedangkan fungsi kesekretriatan lain berkaitan dengan kegiatan ketatausahaan yakni kegiatan administrasi dalam arti sempit yang meliputi : 1. adanya orang-orang yang bekerja, 2. penerimaan dan pengiriman surat, 3. penerimaan dan pengiriman telepon, 4. penyelesaian surat-surat yang berkaitan dengan kegiatan organisasi sehari-hari. Kegiatan administrasi sebagai fungsi kesekretariatan dalam arti yang luas dapat meliputi kegiatan sebagai berikut : 1. Mengadakan pencatatan (recording) dari semua kegiatan manajemen yang berkaitan dengan organisasi. 2. Administrasi kesekretariatan sebagai alat pelaksanaan daripada kegiatan ketatausahaan yang bersifat pelayanan (membantu), baik pada atasan maupun pada pihak lain yang terkait atau memerlukan. 3. Administrasi kesekretariatan sebagai alat komunikasi antar kantor atau antar perusahaan secara perorangan maupun organisasi. 4. Administrasi kesekretariatan sebagai pelaksana pemegang rahasia kantor, maupun perusahaan. 5. Adminstrasi kesekretariatan sebagai pusat dokumentasi (master file). Adapun fungsi kesekretriatan yang paling utama adalah sebagai berikut : a. Memperlancar lalu lintas dan distribusi informasi ke segala pihak baik secara internal maupun eksternal. b. Mengamankan kerahasiaan kantor atau jawatan yang bersangkutan. c. Mengatur dan memelihara segala dokumentasi kantor yang mempunyai kegunaan bagi manajemen untuk memperlancar fungsi-fungsinya. Administrasi dan Tata Usaha Administrasi merupakan proses penyelenggaraan organisasi secara menyeluruh, sedangkan tata usaha sebagai kegiatan pencatatan-pencatatan, penggolongan data dan tulis-menulis dari proses tersebut (Wowaruntu, 1991). Office Work atau tata usaha menurut Prof. Dr. Mr. S. Prajudi Atmosudirjo, dapat digolongkan menjadi 4 (empat) macam, yaitu segala macam pekerjaan yang bersifat : 1. KOMUNIKASI 2. REGISTRASI 3. KOMPUTASI, dan 4. INFORMASI Pada zaman modern sekarang dalam kantor telah lazim bahwa pejabat pimpinan dari suatu perusahaan, instansi atau lembaga lainnya dibantu oleh seorang pegawai yang dibebani dengan tugas surat menyurat dan penyimpanan dokumen-dokumen serta pelayanan tamu maupun urusan rapat yang dinamakan sekretaris (buku The Liang Gie). Jabatan Sekretaris dan Unit Sekretariat Pada pokoknya sekretariat adalah satuan organisasi yang melakukan pekerjaan pelayanan dalam bidang tata usaha. Namun sejalan dengan kecenderungan pada jabatan sekretaris, tugas-tugas sebuah sekretriat juga tampak meluas sehingga sering meliputi bidang-bidang kepegawaian, keuangan, perbekalan dan hubungan masyarakat. Dengan perkembangan jabatan sekretaris yang begitu luas dari juru tulis sampai menjadi manajer tingkat atas, maka kini diakui adanya bidang kerja yang disebut “secretaryship” atau kesekretriatan merupakan profesi dari segenap sekretaris yang bekerja dalam bermacam-macam organisasi pada semua tingkat jenjang organisasi.

B. INGGRIS EKONOMI

MACROECONOMICS AND MICROECONOMICS

Economics is divided into two branches macroeconomics and microeconomics. Macroeconomics is the branch of economics that studies the entire economy. If we are concerned about the overall level of production in an economy, the average level of prices, or the total number of workers that are unemployed, then we are dealing with macroeconomics.
Microeconomics is the branch of economics that studies parts of the economy. If we want to know what determines the price of gasoline, the surplus of wheat or the proportion of income a family spends on medical care, then we are dealing with microeconomics.
The difference between them can be illustrated by a simple analogy. Macroeconomics is much like puzzle; the more pieces that we obtain, understand and set in place, the better  we will able to comprehend the puzzle as a whole. Microeconomics is analogous to a tree rather than puzzle. In microeconomics we study a limited number of very important concepts, which represent the trunk of the tree. And then we apply these concepts of life as symbolized by the numerous branches of the tree.
While macroeconomics studies only parts of it, there is a great deal of overlap. The operation of the overall economy depends on the operation of separate parts of the economy, so these parts cannot be studied in isolation. The total output in the economy is based on the decisions of thousands of businesses throughout decisions are based in part on the activity of the entire economy.

Say whether these sentences are true (T) or False (F).
1.    Microeconomics is the branch of economics that studies the whole parts of the economy.
2.    Microeconomics isn’t analogous to a tree rather than a puzzle.
3.    We study a limited number of very important concepts in microeconomics.
4.    In macroeconomics, we study the entire economy.
5.    The total number of workers that  are unemployed, the average level of prices and the overall level of production in an economy, then we are dealing with macroeconomics.
6.    The word “unemployed” in par.1 means that the people who are out of work.
7.    The success of the overall economy depends on the operation of macroeconomics and microeconomics.
8.    The word “trunk” in par. 3 to the stem.
9.    The opposite of word “represent” in par.3 is misrepresent.
10.    We can study macroeconomics and microeconomics separately.

Translate This Passage into Indonesian
Business is a word which is commonly used in many different languages. But exactly what does it mean? The concepts and activities of business have increased in modern times. Traditionally, business simply meant exchange or trade for things people wanted or needed. Today it has a more technical definition. One definition of business is the production, distribution and sale of goods and services for a profit. To examine this definition, we will look at its various parts.First, production is the creation of services or the changing of materials into products. One example is the conversion of iron ore into metal car parts.

WHAT IS BUSINESS

Business is a word which is commonly used in many different languages. But exactly what does it mean? The concepts and activities of business have increased in modern times. Traditionally, business simply meant exchange or trade for things people wanted or needed. Today it has a more technical definition. One definition of business is the production, distribution and sale of goods and services for a profit. To examine this definition, we will look at its various parts.First, production is the creation of services or the changing of materials into products. One example is the conversion of iron ore into metal car parts.
Next these products need to be moved from the factory to the marketplace. This is known as distribution. A car might be moved from a factory in Detroit to a car dealership in Miami.
Third is the sale of goods and services. Sale is the exchange of a product or service for money. A car is sold to someone in exchange for money. Goods are products which people either need or want; for example, cars can be classified as goods. Services, on the other hand, are activities which a person or group performs a service when he repairs a car. A doctor also performs a service by taking care of people when they are sick.
Business, then, is a combination off all these activities: production, distribution and sale.
However, there is one other important factor. This factor is the creation of profit or economic surplus. A major goal in the functioning of an American business company is making a profit. Profit is the money that remains after all the expenses are paid. Creating an economic surplus or profit is, therefore, a primary goal of business activity.

Answer these questions basing on the text.
1.    What is tradition definition of business?
2.    What is one modern definition of business?
3.    How does this modern meaning  of business differ from the traditional one? What factors have brought about these changes?
4.    According to an example of distribution given in the reading, can you think of another examples?
5.    How do goods differ from services?
6.    What is the definition of sale?
7.    How to calculate profit?
8.    What does production involve?
9.    What is a primary goal of business activity?
10.    In addition to production, distribution and sale, what other factor is important in defining business?

Translate This Passage into Indonesian
Economics is divided into two branches macroeconomics and microeconomics. Macroeconomics is the branch of economics that studies the entire economy. If we are concerned about the overall level of production in an economy, the average level of prices, or the total number of workers that are unemployed, then we are dealing with macroeconomics. Microeconomics is the branch of economics that studies parts of the economy. If we want to know what determines the price of gasoline, the surplus of wheat or the proportion of income a family spends on medical care, then we are dealing with microeconomics.

Surat Menyurat

Surat Menyurat

A. Pengertian Surat Menyurat Buku Dasar-Dasar Kesekretariatan dan Kearsipan, mengemukakan : Surat merupakan alat komunikasi tertulis yang efektif, sebagai bahan dokumentasi penting yang sewaktu-waktu dapat dijadikan bahan bukti tertulis. (Drs. E. Martono, 1985). Selanjutnya dalam buku Manajemen Sekretaris : Surat adalah komunikasi tertulis yang berasal dari satu pihak dan ditujukan kepada pihak lain untuk menyampaikan warta atau pesan dengan menggunakan kata-kata yang bersifat umum dan jelas, dapat dimengerti maksud dan tujuannya serta tepat sasaran (Drs. Saiman, M.Si, 2002). Secara umum surat adalah suatu sarana untuk menyampaikan informasi atau pernyataan secara tertulis kepada pihak lain baik atas nama pribadi (sendiri) ataupun karena kedinasan. Surat juga merupakan wakil resmi dari yang mengirim untuk membicarakan masalah yang dihadapi. Secara singkat dapat diketemukan bahwa surat adalah alat komunikasi penting dalam tata kerja tata usaha. Apabila terjadi hubungan surat menyurat secara terus menerus dan berkesinambungan, maka kegiatan ini disebut surat menyurat atau lazimnya korespondensi. B. Fungsi dan Penggolongan Surat Surat yang berfungsi sebagai salah satu alat komunikasi dalam dunia usaha dan perkantoran, dapat juga berfungsi sebagai : 1. Alat bukti tertulis : adanya hitam di atas putih berguna untuk dijadikan bukti apabila terjadi perselisihan atau salah penafsiran antar kantor atau pejabat yang mengadakan hubungan korespondensi. 2. Alat pengingat : berguna untuk mengetahui hal-hal yang terlupa atau telah lama. 3. Bukti historis : berguna sebagai bahan riset mengenai keadaan atau aktivitas suatu organisasi pada masa-masa lalu. 4. Duta organisasi : surat dapat mencerminkan keadaan mentalitas, jiwa dan kondisi intern dari organisasi atau kantor yang bersangkutan. 5. Pedoman : surat juga merupakan pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan. Dalam bukunya Manajemen Sekretaris, Drs. Saiman, M.Si mengklasifikasikan jenis-jenis surat yang dapat ditinjau dari beberapa segi sebagai berikut : a. Menurut wujud surat 1. kartu pos 2. warkat pos 3. surat bersampul 4. nota 5. telegram 6. surat pengantar b. Menurut tujuan surat : 1. surat pemberitahuan 2. surat perintah 3. surat permintaan/permohonan 4. surat panggilan/teguran 5. surat peringatan 6. surat keputusan 7. surat perjanjian 8. surat laporan 9. surat pesanan 10. surat penawaran c. Menurut sifat isi dan asal surat : 1. surat dinas 2. surat niaga 3. surat pribadi (bersifat kekeluargaan dan resmi) d. Menurut jumlah penerima surat : 1. surat biasa 2. surat edaran 3. surat pengumuman e. Menurut keamanan isi surat : 1. surat sangat rahasia 2. surat segera 3. surat biasa f. Menurut prosedur pengurus surat : 1. surat masuk 2. surat keluar g. Menurut jangkauan surat : 1. surat intern 2. surat ekstern Selanjutnya Drs. E. Martono, dalam bukunya Dasar-Dasar Kesekretariatan dan Kearsipan, menyebutkan bahwa surat dapat digolongkan menjadi beberapa jenis menurut kategori tertentu, yaitu: 1. Siapa yang mengirim a. surat pribadi/prive, sering disebut surat keluarga yang bersifat kekeluargaan. b. Surat dinas pemerintahan, surat ini dikirim untuk lingkungan pemerintah. c. Surat dinas swasta, surat ini dikirim oleh instansi di luar instansi pemerintah, seperti; oleh perusahaan swasta, kantor swasta, yayasan, dll. 2. aktivitas yang dikandung dalam surat, dan 3. wujud surat. C. Susunan dan Tata Tertib Surat Dalam bukunya Administrasi Kearsipan Suatu Pengantar, Drs. A. W Widjaya mengemukakan, bahwa pada dasarnya susunan dan tata tertib surat adalah sebagai berikut : a. Kepala surat b. Tempat dan tanggal surat c. Nomor surat d. Lampiran surat e. Perihal f. Alamat surat g. Salam pembukaan (kadang-kadang telah masuk dalam kalimat pembukaan). h. Kalimat pembuka surat i. Isi surat j. Salam penutup k. Tembusan surat l. Initial surat Pedoman dalam menyusun isi surat adalah : a. paragrap pembuka b. paragrap uraian isi c. paragrap penutup D. Bentuk Surat Menurut Cara Mengetik/Menulisnya Surat harus di tulis/ditik rapi dan bersih tanpa salah. Untuk maksud tersebut, maka muncullah bermacam-macam model surat sesuai dengan effisiensi bidang tata usaha. Adapun surat menurut bentuk/tata letaknya adalah sebagai berikut : a. Surat Lurus (Block Style) b. Surat Setengah Lurus (Semi Block Style) c. Surat Lurus Penuh (Full Block Style) d. Surat Lekuk (Indented Style) e. Surat Resmi (Official Style) f. Surat Alinea Menggantung (Hanging Paragraph Style) g. Surat Sederhana (Simplified Style) Setiap badan usaha menggunakan bentuk surat sesuai dengan selera masing-masing sesuai dengan kegemaran, kepantasan dan kebiasaannya. Persiapan dalam Mempergunakan Sarana Hubungan dengan Surat Selanjutnya masih dalam buku Administrasi Kearsipannya, Drs. A. W Widjaya, menguraikan secara singkat dalam mempergunakan sarana hubungan dengan surat yang memerlukan beberapa persiapan dan kegiatan, antara lain : a. Bahan-bahan dan alat-alat tulis Kegiatan mempersiapkan segala alat-alat dan perlenglapan yang diperlukan. b. Membuat konsep surat Kegiatan membuat konsep surat untuk dikirim dan membuat konsep surat sebagai balasan surat yang masuk. c. Pengetikan Menyangkut bentuk dan etika surat; bersih, rapi, dan pengetikannya jelas. d. Pentaklikan surat Kegiatan ini biasanya dilaksanakan sesudah surat itu di tik, kemudian dibaca kembali dengan teliti agar tidak terdapat kesalahan setelah surat tersebut ditandatangani. e. Pengiriman surat / ekspedisi Kegiatan ini meliputi penyampulan surat, memberikan tanda cap, penomoran surat dan penyampaian (pengiriman) surat kepada alamat yang dituju. Sebagai catatan, pada sampul surat dapat dibubuhi tanda RAHASIA, SEGERA, KILAT KHUSUS, BEBAS DARI BEA (BDB), TERDAFTAR, TERCATAT, POS UDARA, DLL. f. Penyimpanan Surat Penyimpanan surat ini disebut kearsipan. Surat-surat yang dibuat dan dikirim perlu ada pertinggal sebagai arsip. Penyimpanan dengan suatu sistem dengan pembahasan tersendiri yang tidak akan dibahas dalam laporan ini lebih lanjut. Hanya maksudnya agar surat dan warkat yang disimpan dengan segera dapat ditemukan kembali bila diperlukan. E. Pengaturan Surat Menyurat Dalam bagian ini tidak akan dibicarakan bagaimana menyusun/menulis surat yang baik. Bagian ini akan menerangkan perjalanan surat atau cara mengatur proses surat menyurat pada suatu perusahaan secara teoritis. E.1. Pengaturan Surat Masuk Surat diterima oleh suatu kantor melalui beberapa cara, seperti; diantar oleh seorang kurir, harus diambil di kantor pos, pengiriman melalui pos, dll. Menurut Drs. E. Martono, Prosedur penyelesaian surat masuk secara sederhana adalah sebagai berikut ; 1. Pemilihan pendahuluan/presorting 2. Pembukaan sampul/opening the envelope 3. Pemeriksaan serta pemberian tanda terima/dating 4. Penelitian banyaknya lampiran/checking the enclosures 5. Pemisahan/sorting 6. Penyelesaian Surat/routing 7. Penyerahan surat untuk di proses/distribution. Ada 3 (tiga) prosedur yang umum dipergunakan dalam pencatatan dan pendistribusian surat untuk mengawasi lalu lintas surat masuk dan surat keluar pada setiap kantor, yaitu : 1. Prosedur Buku Agenda a. buku agenda (berisi kolom-kolom keterangan dari surat yang dicatat yang susunannya kronologis). Format Buku Agenda No. Tanggal No. Surat Perihal Pengirim Kelompok b. buku ekspedisi (dipergunakan sebagai tanda buktipenerimaan, pengiriman, atau pendistribusian surat atau barang). 2. Prosedur Kartu Kendali (prosedur pencatatan dan pengendalian surat sehingga surat dapat dikontrol sejak masuk sampai disimpan). 3. Prosedur Tata Naskah (disebut juga sebagai Takah, yang merupakan sutau kegiatan administrasi di dalm memelihara dan menyususn data-data dari semua tulisan mengenai segi-segi tertentu dari suatu persoalan pokok secara kronologis dalam suatu berkas). Tahap akhir dari proses pengaturan surat masuk adalah penyimpanan, yang mana seperti telah dijelaskan pada pembatasan masalah bahwa prosedur kearsipannya tidak akan dibahas lebih lanjut lagi. E.2. Pengaturan Surat Keluar Untuk pengurusan surat keluar, seperti juga pada penggolongan surat masuk hendaknya juga diadakan pengelompokkan ke dalam kelompok; surat penting, surat rutin, dan surat biasa. Secara ringkas pengaturannya adalah sebagai berikut : 1. Membuat konsep surat 2. Konsep disetujui akan diparaf oleh pimpinan 3. Surat di tik oleh satuan unit pengolah 4. Surat yang siap dikirim ditandatangani oleh pimpinan 5. Surat oleh pengarah dilampiri 3 (tiga) kartu kendali yang telah diisi kolom-kolomnya 6. Lembar I ditinggal pada pengarah, lembar II dan III bersama petinggal dikembalikan ke unit pengolah 7. Setelah ditandatangani oleh penerima sebagai tanda terima, maka lembar II kembali ke unit pengarah untuk selanjutnya disimpan di penata arsip pusat. Sedangkan asli surat langsung dikirim sesuai dengan alamat yang dituju.

Pengertian Manajemen Pemasaran

Pengertian Manajemen Pemasaran

Menurut Philip Kotler yang di alih bahasakan oleh Hendra Teguh, Ronny A. Rusli, dan Benyamin Molan  menyatakan bahwa :

Manajemen Pemasaran adalah proses perencanaan, dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dan organisasi.

Begitu pula dengan Sofyan Assauri  mengemukakan bahwa :
Manajemen Pemasaran merupakan  kegiatan penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian program-program yang dibuat untuk membentuk, membangun dan memelihara keuntungan dari pertukaran melalui pasar sasaran, guna mencapai tujuan organisasi dalam jangka panjang.

Selain itu, menurut Basu Swastha  mengemukakan bahwa :
“Pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan pada usaha untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran”.

Menurut Indriyo Gitosudarmo mengemukakan bahwa :
“Manajemen Pemasaran adalah kegiatan pemasaran yang direncanakan dengan baik, diorganisasikan, serta diawasi akan membuahkan hasil yang memuaskan”.

Menurut Basu Swastha dan T. Hani Handoko adalah:
Manajemen pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan.

Sedangkan menurut Philip Kotler yang di alih bahasakan oleh Herujati Purwoto menyatakan bahwa :
Manajemen Pemasaran merupakan analisis, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program-program yang dirancang untuk menciptakan, membuat, dan menangani pertukaran yang menguntungkan dengan para pembeli sasaran dengan maksud agar meraih tujuan perusahaan, seperti keuntungan, laju penjualan, bagian pasar dan sebagainya.

Dan  menurut Harper W. Boyd, Orville C. Walker, dan Jean Claude Larreche  mengemukakan bahwa :
Marketing Management is the process of analyzing, planning, implementing, coordinating, and controlling, programs involving the conception, pricing, promotion, and distribution, of products, services, and ideas designed to create and maintain beneficial exchanges with target markets for the purpose of achieving organizationalobjectives.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwasannya manajemen pemasaran merupakan kegiatan pengelolaan pemasaran yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan dalam mencapai tujuan perusahaan.

Fungsi-fungsi pemasaran

Fungsi-fungsi pemasaran

Fungsi-fungsi pemasaran yang universal harus dilaksanakan serta tujuan dari suatu sistem pemasaran adalah untuk mengatasi jarak dan perbedaan, fungsi-fungsi universal pemasaran (Universal Functions of Marketing), menurut MC Carthy and Perreault yang dialihbahasakan oleh Agus Maulana dalam buku, Essential Of Marketing (Global Managerial Approach) diantaranya : 1. Fungsi Pembelian (buying function) : Berarti mencari dan menilai barang-barang serta jasa-jasa. 2. Fungsi Penjualan (selling function): Menyangkut promosi produk, meliputi penggunaan penjualan, personal selling, periklanan dan cara-cara penjualan lainya. 3.Fungsi Pengangkutan (transporting function) : Berarti perpindahan barang-barang dari satu tempat ke lain tempat. 4. Fungsi Penyimpanan (storing Function) : Menyangkut penanganan barang sampai pada pelanggan membutuhkan. 5. Standarisasi dan Pemilihan Mutu : Menyangkut sortasi produk ukuran dan kaitanya, untuk memudahkan pembelian dan penjualan, karena hal ini mengurangi perlunya inspeksi dan sampling. 6. Pendanaan : Menyediakan dana tunai dan kredit yang diperlukan untuk memproduksi, mengangkut, menyimpan, mempromosikan, menjual, dan membeli produk. 7.Pemikulan Resiko : Menyangkut pemikulan ketidakpastian yang merupakan bagian dari proses pemasaran. Suatu perusahaan tidak dapat pernah memastikan bahwa pelanggan akan membeli produknya. Produk juga dapat rusak, dicuri menjadi usang. 8. Fungsi Informasi Pasar : Meliputi pengumpulan, analisis, dan penyebaran semua informasi yang dibutuhkan untuk merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan kegiatan pemasaran, baik dipasar domestik maupun di pasar mancanegara.